- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
Ini Kata Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Anambas Tentang Bank Sampah

Keterangan Gambar : Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas, Riesa Helmawati, beserta rombongan saat menghadiri kegiatan Dishub dan LH Anambas.
KORANBATAM.COM - Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj Riesa Helmawati, menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kepulauan Anambas terkait Bank Sampah dan Ecobricks.
Hal ini bermula dari banyaknya sampah plastik yang berserakan di pantai-pantai dan mengapung di atas air yang merusak ekosistem laut hingga pencemaran dengan menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan merusak pemandangan.
Tingkat kesadaran masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya sangatlah sedikit, dilihat dari masyarakat Anambas yang lebih banyak tinggal di pesisir dan di atas laut makan dengan mudahnya mereka membuang segala bentuk limbah dapur di air laut.
“Limbah plastik tersebut tidak akan pernah terurai, bahkan akan terus mengapung dan hanyuk kesetiap pantai yang ada,” kata Riesa, belum lama ini.
Untuk itu, Dinas Perhubungan membuat gerakan bank sampah yang nantinya akan dimulai dari desa untuk membuat struktur bank sampah seperti nasabah adalah masyarakat yang mengumpulkan sampah yang dibawakan dilapangan yang telah disediakan serta dilakukan pemilihan hingga dapat dilakukan penjualan.
“Dengan gerakan bank sampah ini diharapkan bisa mengurangi banyak sampah yang tidak terolah dan menumpuk dilaut,” ujar dia.
Sedangkan Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.
Jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir).
“Diharapkan dengan penerapan bank sampah dan Ecobricks dapat mengurangi sampah plastik yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga laut tidak tercemari lagi oleh sampah plastik dan masyarakat akan lebih terbuka untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Sementara Kepala Dishub dan LH Pemkab Anambas, Ekodesi, mengatakan, bank sampah merupakan salah satu program Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup untuk mengatasi permasalahan sampah di Anambas.

Keterangan gambar: Kepala Dishub dan LH Pemkab Anambas, Ekodesi. Foto/KORANBATAM.COM
“Bank sampah yang nantinya kita mulai dari desa diharapkan bisa mengurangi masalah sampah kita ini. Bagaimana caranya agar kita sama-sama belajar membuang sampah pada tempatnya, butuh kesadaran yang tinggi bagi kita semua,” kata Ekodesi, Kamis (10/6/2021).
(Jhon)


















































