- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, berencana menggandeng perusahaan minyak dan gas (migas) yang beroperasi di wilayah tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat.
Upaya yang akan dilakukan adalah mengajak perusahaan tersebut untuk menjual daya listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Apabila kerjasama ini dapat terlaksana akan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan pasokan listrik di Anambas, terutama di Pulau Siantan dan Pulau Matak.
Bupati Aneng, mengatakan pihaknya akan menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan migas yang memiliki fasilitas pembangkit listrik sendiri.
Perusahaan migas yang dimaksud adalah Medco Energi yang beroperasi di kawasan Matak Base, yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
Pembangkit Listrik Tenaga Gas milik Medco Energi dinilai berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, apabila perusahaan tersebut bersedia menyalurkan sebagian daya listrik yang dihasilkan kepada PLN.
"Kita melihat ada potensi dari perusahaan migas yang beroperasi di Anambas. Mereka memiliki pembangkit sendiri untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri. Kita akan mencoba membicarakan kemungkinan agar daya listriknya bisa dijual ke PLN," kata Aneng, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, Aneng mengaku belum mengetahui secara pasti berapa kapasitas produksi listrik yang dihasilkan PLTG milik Medco Energi tersebut.
IIa menyebutkan,belum mengetahui pasti daya yang dihasilkan PLTG milik perusahaan tersebut. Untuk itu pemerintah daerah akan melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan.
"Kita belum tahu berapa daya listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit Medco Energi. Karena itu, kita perlu duduk bersama untuk mengetahui kapasitasnya dan melihat apakah memungkinkan untuk membantu kebutuhan listrik masyarakat," ujarnya.
Aneng juga mengatakan pemerintah daerah berencana menggelar rapat bersama pihak Medco Energi, PLN, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas untuk membahas persoalan tersebut.
Pertemuan itu diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antara pemerintah daerah, perusahaan migas, dan PLN, guna mencari solusi atas keterbatasan pasokan listrik yang dirasakan masyarakat.
"Nanti kita akan rapat bersama dengan Medco Energi, PLN dan DPRD untuk mendorong perusahaan mau membantu kita mengatasi persoalan listrik. Mudah-mudahan perusahaan mau menjual dayanya ke PLN," kata Aneng.(Ferengki).


















































